Thursday, June 21, 2012
Thursday, May 31, 2012
Pelayanan UMAS MANDIRI ( USIA EMAS ) - Bojong
| Penyerahan penghargaan oleh Bp.Pdt.Anton kepada pembicara Bp.Rudy Martono SH |
| Walaupun sudah usia lanjut tetapi tetap semangat melayani Tuhan |
Saturday, March 3, 2012
Bhakti Karya serta Pengobatan gratis bersama Yon 305 Kostrad
Dalam kesempatan itu team berinteraksi langsung dengan warga sekitar, dan sungguh diluar dugaan, bahwa warga sangat senang dengan keberadaan TNI ditengah - tengah mereka,malah mereka berharap bahwa keberadaan TNI ditempat mereka itu JANGAN BERAKHIR ingin selamanya berada bersama mereka.
Bukti nyata bahwa keberadaan TNI sangat membuat warga merasa nyaman bagi warga sekitar.
YON 305 KOSTRAD juga melaksanakan Bhakti Sosial dan Pengobatan gratis,dengan adanya kegiatan tersebut warga sangat terbantu sekali karna yang kita tahu bahwa tempat tersebut jauh dari Puskesmas ataupun Puskesmas pembantu.
Ciririp kampung Sukasari Gunung buleud adalah salah satu kampung yang mungkin kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah, karena ada satu jembatan yang sangat diharapkan oleh warga setempat, yang mungkin kalau jembatan tersebut bisa tuntas maka sangat membantu warga setempat, karena saat ini warga kalau mau melintas baik pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua harus turun kekali dan kalau debit air kali naik, maka warga tidak bisa melintas, dan sudah kurang lebih 7 tahun jembatan yang dinantikan warga tidak kunjung tuntas.
Kami berharap pemerintah daerah agar memperhatikan warga Ciririp, agar jembatan yang ada di desa tersebut dituntaskan.
Monday, February 20, 2012
Sunday, February 5, 2012
NATAL BERSAMA YON 305 KOSTRAD
| Foto bersama Danyon beserta ibu,Wadan,Ketua panitia Natal dan seluruh anggota YON 305 KOSTRAD |
Friday, January 20, 2012
Tuesday, January 17, 2012
Tuhan meneteskan air mata karena Andoy
Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."
Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"
Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.
Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.
Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.
Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga
silahkan di bagikan cerita ini untuk mengingatkan atau menyadarkan kita harus selalu bersyukur
Friday, January 6, 2012
Natal bersama TNI/POLRI,Instansi Pemerintah & Karyawan Karawang
|
|
| Ketua Panitia Djadja Subagia Sairin ( tengah ) Panitia Natal bersama TNI/POLRI,Instansi pemerintah & Karyawan Kabupaten Karawang |
Sejumlah agenda telah dibahas termasuk tempat ibadah, perlengkapan, dekorasi,transportasi dll.
Ketua panitia bpk.Djaja beserta anggota telah telah sepakat menentukan tempat ibadah yang akan digunakan yaitu AULA GUSTI HAMID - Pemda karawang demikian juga waktu hari Jumat tgl.20 Januari 2012.
Walaupun tempat belum ada pengajuan kepada Bupati Karawang tetapi yakinlah bahwa Tuhan pasti buka jalan yang terbaik, kita doakan untuk tempat agar kepala pemerintahan kab.Karawang memberikan ijin untuk menggunakan tempat tersebut.
Sukses panitia Natal bersama kabupaten Karawang.
Tuhan Yesus berkati....AMIN
Friday, December 30, 2011
Sonar Water Mineral masuk rekor MURI

PT.Pancuran Tirta Mulia masuk rekor MURI ( SONAR Water Mineral )
Rekor baru tercatat kembali di museum rekor Indonesia/MURI.
Tgl 30 Dec 2011 PT.Pancuran Tirta Mulia menerima penghargaan dari MURI dengan kategori membuat garis lapangan bola dengan produk air mineral SONAR terbanyak seindonesia,terkait dengan gejolak di tubuh PSSI PT.Pancuran Tirta Mulia mempunyai inisiatif membuat garis lapangan bola di stadion BIMA Cirebon, dilanjutkan dengan acara gerak jalan santai bersama kang Yance dilaksanakan tgl.31 dec 2011.
Sunday, December 25, 2011
Duka Cita
![]() |
| Selamat jalan Andy.... |
05 Mei 2011 team misi GBI Sinona mengadakan pelayanan penjara ke Cilacap pulau Nusakambangan yang dipimpin oleh Pdm. Edy Wagino,dan saat itu Andy Godjali ikut serta dalam pelayanan misi pulau Nusakambangan, dalam perjalanan menuju Cilacap kami beserta rombongan sangat bersukacita dibuatnya oleh beliau/Andy, dia bisa membuat rombongan terlebih kami/edo yang saat itu satu mobil bersama beliau, kami bersama dengan bpk.Rudy, Frangky,Edo, Andy ( almh.) sepanjang perjalanan dari Bandung sampai dengan Cilacap, kami satu kendaraan dibuatnya sukacita tertawa sepanjang perjalanan dengan gurauan oleh beliau, tetapi pembicaraan yang kami bahas dalam perjalanan tidak terlepas dari pelayanan dan Firman Tuhan, sampai disatu tempat ditengah hutan kami/rekan2 dan Andy berpikir bahwa nikmat rasanya kalau saat ini kita menikmati singkong goreng dengan mentega dan gula putih juga gula batu dengan teh sungguh nikmat sekali,dan ajaib saat kami bercerita tentang itu Tuhan sungguh luar biasa, ada satu tempat Cafe yang tidak pernah kami bayangkan dan disitulah Tuhan sediakan apa yang kami pikirkan semuanya ada disitu, saudara bisa bayangkan ditengah perjalanan jauh dari perkampungan kalau dibilang hutan,...ya memang benar jalan ditengah hutan,tetapi Tuhan luar biasa dan ajaib apa yang kita pikirkan Tuhan sediakan.
Andy dalam perjalanan ke Cilacap tidak pernah menunjukan raut muka yang murung apalagi sedih, dia selalu ceria dan sangat bersukacita.
22 Dec 2011 kami atas nama rekan - rekan dalam pelayanan, merasa sangat berduka sekali bagaikan petir di siang hari ketika tersebar sms " Telah kembali ke pangkuan Bapa disorga sdr. Andy Godjali " dan kami sangat sedih sekali, tetapi kami semua sadar bahwa hidup manusia dalam rancangan Tuhan, hidup mati ada dalam tangan Tuhan dan tidak ada seorang sekuat apapun menolak menghadapi rencana Tuhan tersebut.
"Andy...kami yakin Tuhan menyambut engkau dengan Tangannya yan lembut dan penuh kasih,perjuangan-mu sungguh luar biasa, engkau telah berlelah - lelah dalam melakukan pekerjaan Tuhan, Tuhan berkata " KEMARILAH ANAKU YANG AKU KASIHI, ENGKAU TELAH MELAKUKAN PEKERJAAN - KU DAN BERLELAH DALAM MELAKUKAN APA YANG AKU PERINTAHKAN,AKU AKAN MEMELUK ENGKAU DENGAN LEMBUT DAN PENUH KASIH "
Selamat jalan Andy, kami akan meneruskan perjuangan - mu.
" SELAMAT JALAN PRAJURIT KRISTUS "
Sunday, November 20, 2011
Father School
![]() |
| Bapak baik, keluarga baik |
Tetapi tanpa kita sadari bahwa banyak kekurangan yang ada pada diri kita sebagai seorang bapak,tanpa kita sadari banyak hal - hal membuat hati keluarga merasa tersakiti.
Father School adalah salah satu sekolah kaum bapak, agar kaum bapak sadar bagaimana peran sesungguhnya sebagai bapak yang baik, karna kalau bapak baik pasti keluarga baik, kalau keluarga baik pasti lingkungan atau gereja akan baik.
Ditempat ini kita akan dididik menjadi seorang bapak yang benar-benar menghormati keluarga istri dan juga anak - anak, dan disekolah kaum bapak ini kita tidak hanya diajarkan teori saja tetapi siswa harus melakukan praktek langsung kepada anak - anak juga kepada istri.
Kami tunggu untuk kaum bapak yang rindu untuk diubahkan menjadi seorang bapak yang baik, kami tunggu di angkatan XVII.
Tuhan Yesus berkati kita semua.
Ammminn
Saturday, November 5, 2011
KARAKTERISTIK RAJAWALI
KARAKTERISTIK RAJAWALI
…”Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”(Yesaya 40:31)
Pada dasarnya puasa membuat kita berada pada posisi yang tepat untuk diberkati Tuhan. Dengan puasa kita akan diubahkan. Tetapi bukan berarti dengan puasa kita bisa “memaksa” Tuhan untuk melakukan apayang kita inginkan atau mengubah apa yang menjadi keputusanTuhan; namun denganberdoa dan puasa kita akan mencari kehendak Tuhan didasari hati yang tulus.Sebab orang yang mencari kehendak atau menanti-nantikanTuhan akan mendapat kekuatan baru, sehingga ia sanggup menghadapi tantangan hidup,
dan akhirnya dapat mencapai keberhasilan yang gemilang. Pada dasarnya rancangan Tuhan atas hidup kita bukan untuk tenggelam
atau terpuruk dalam persoalan yang semakin dalam; tetapi rancanganNya membawa kita semakin maju dan meningkat seperti rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya. Allah membuat gambaran tentang burung rajawali, karena Tuhan tahu karakteristik burung rajawali, karenaTuhanlah yang menciptakannya. Dan saat ini kita akan mempelajari beberapakarakteristik tentang burung rajawali, di antaranya:
1. Selalu terbang tinggi (menggambarkan: Intim dengan Tuhan)
Demikian hidup Kekristenan kita harus memiliki mentalitasyang menyukai tempat yang tinggi, yang berarti kita harus senantiasa memikirkan perkara-perkara yang di atas dan bukan di bumi (Kolose 3:1). Dan apabila kita senantiasa memikirkan perkara-perkara di atas maka tentunya kita menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan. Memang, dalam menjalin hubungan intim dengan Tuhan membutuhkan waktu. Akibatnya, kita akan hidup penuh kemenangan karena bersama Tuhan kita sanggup mengatasi badai kehidupan yang senantiasa menerpa kita. Sedangkan orang yang jauh dariTuhan atau tidak menjalin hubungan yang intim, maka kehidupannya akan semakin buruk karena sudah keluar dari rancangan Tuhan.
2. Bergerak Dengan Kecepatan Tinggi (Semangat)
Dalam kekristenan perlu ada semangat guna mencapai target yang telah ditetapkan Tuhan. Bagaikan seorang olahragawan yang sedang bertanding, semangat merupakan modal bagi mereka untuk memperoleh kemenangan. Demikianlah dengan hidup kita; apabila sudah tidak ada semangat dalam melayani Tuhan, maka kita akan mengalami kekalahan dan kelemahan dalam hidup kita. Roma 12:11 berkata: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”Jadi orang yang memiliki semangat dalam melayani Tuhan tidakakan mudah lelah dan putus asa menghadapi berbagai tantangan atau badai kehidupan.
Supaya kita tetap bersemangat dalam melayani, maka kita harus dekat dengan Tuhan; bagaikan Rajawali yang bergerak dengan kecepatantinggi.
3. Mempunyai Pandangan Yang Jauh/Tajam (Mempunyai Visi)
Di dalam ilmu pengetahuan dijelaskan bahwa rajawali memiliki kemampuan untuk memandang dalam jarak yang cukup jauh yaitu +/- 6 KM.Kemudian bagaimana dengan kehidupan kekristenan kita, apakah kita memiliki visi dari Tuhan? Visi merupakan gambaran masa depan yang membuat kita bergairah dalam mengiring Tuhan. Oleh sebab itu jangan terpaku pada masa lalu kita, karena kita memiliki hari esok atau masa depan yang penuh harapan bersama Tuhan. Orang yang tidak memiliki visi yaitu orang tersebutakan menjadi liar dalam?kekristenan?nya?(?Amsal??29:18).
4. Kesetiaan Rajawali
Rajawali setia dengan pasangannya, hal ini menjadi karakteristik juga bagi orang percaya. Setia dengan pelayanannya dan tanggung jawabnya. Oleh sebab itu kesetiaan harus dimiliki oleh setiap orang yang percaya kepada Yesus, karena kesetiaanlah yang akan menentukan akhir dari segala sesuatu yang kita rindukan. Apabila saat ini kita ambil putusan percaya Yesus maka selamanya kita tetap percaya Yesus. Karena Dia sudah memberi teladan kepada kita. Dia tetap setia dalam melakukan kehendak Bapa sampai pada kematianNya; yang kemudian dibangkitkan dan dipermuliakan. Oleh karena itu apabila kita saat ini mengalami masalah,biarlah tetap setia sebab janji Tuhan itu seperti fajar yang tidak pernah terlambat untuk terbit setiap harinya.
2 Timotius 2:11 – 13 : Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidaksetia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangka ldiri-Nya.”
Kisah Hidup BurungRajawali
Apakah ciri-ciriburung rajawali?
Ciri yang utama dan terutama yaitu tidak takut badai ! Burung rajawali malah menantikan datangnya badai. Dia akan mengembangkan sayapnya, memperhatikan dengan pandangan visinya, kapan badai datang. Sebab dia akan menghadapinya dan menggunakan badai itu untuk melambung tinggi. Burung rajawali tidak mengepak-ngepakkan sayapnya, tetapi dia mengembangkan sayapnya.Burung rajawali tidak seperti ayam atau anak ayam. rajawali penciumannya tajam, mereka tahu saat akan datang badai.Mereka ribu tberkotek-kotek, menciap-ciap, bingung lari kesana kemari, sambil mengepak-ngepakkan sayapnya mencari tempat persembunyian untuk berlindung terhadap badai. Apabila badai datang mereka bisa menjadi korban, sebab mereka lemah, tak berdaya, dia menjadi victim badai. Lain dengan burung rajawali, dia tidak menjadi victim, tetapi menjadi victor, pemenang, terbang mengatasi badai.
KarakteristikRajawali
Ia menyediakan waktu untuk memperbaharui diri. Saat sadar bahwa kekuatan sayapnya mulai berkurang, dia sabar. Dia berdiam diri ; dia tidak terbang. Dia mencari tempat yang tinggi di atas bukit batu.
Burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya.Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah pilihan bagi seorang rajawali, apakah dia hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.
Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.
Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan sulit untuk makan.Cakar-cakarnya pun sudah tidak tajam. Bulu pada sayapnya juga sudah sanga ttebal sehingga iasangat sulit untuk dapat terbang tinggi.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencapai pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut.Lalu, dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas.
Setelah beberapa lama paruh barunya akan muncul. Dengan paruhnya yang baru, ia akan mecabut kukunya satu-persatu dan menunggu hingga kuku-kuku baru yang lebih tajam tumbuh. Ketika kuku-kuku tersebut tumbuh, ia akan mencabut bulu sayapnya sehingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Ketika semua itu telah dilewati, rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor burung rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Penutup:
Rajawali tahutepatnya kapan ajalnya tiba … maka ia memiliki “upacara” tersendiri dalam menyerahkan dirinya kepada Yang Maha Kuasa…Ia mencari tempat di mana matahari terlihat paling bulat dan jelas… lalu ia membentangkan sayapnya selebar-lebarnya dan saat itulah akhir hidupnya… ( Seringkali supaya kita dapat bertahan, kita harus melewati sebuah perubahan, terkadang kita harus membuang kenangan, kebiasaan dan semua tradisi kerja kita yang lama. Hanya dengan terbebas dari beban masa lalu, kita dapat memulai hidup yang baru.)
PERUBAHAN TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN, TANPA MENIMBULKAN KETIDAK NYAMANAN,
Tapi Percayalah, jika TUHAN YESUS yang mengubah kita, maka semuanya akan menjadi sempurna.
Dari Buku Panduan Doa Puasa 40 hari - Gereja Bethany Indonesia
Tuesday, October 18, 2011
Pelantikan DIK BANG UM SIP angkatan XL - 2011
| Bersama empat siswa terbaik angkatan XL , 18 Oct 2011 |
| Edo Yontahan, Dr.Teguh ( LEMDIKPOL SETUKPA Polri ) Djdja Sairin, Rudy Martono, SH |
Saturday, September 24, 2011
Pelayanan Misi Lampung Selatan/Tulang Bawang
| Foto Bersama hamba - hamba Tuhan di Tulang Bawang - Lampung |
Friday, September 9, 2011
Pelayanan Kasih dan Keselamatan Jiwa di pelosok desa terpencil.
Yesaya 52 : 7 :
Saat ini kita sedang hidup di dunia yang penuh ketakutan dan ketidakpastian. Jika menyaksikan berita di televisi atau membaca berita di surat kabar, maka kita akan melihat dan mendengar begitu banyak kabar buruk yang membuat nyali kita semakin ciut. Banyak orang sedang hidup dalam penderitaan yang amat dalam: bencana alam, kemiskinan, kejahatan, sakit penyakit, ketidakadilan dan seterusnya, membuat banyak orang menderita dan putus asa, hidup mereka tidak tentu arah dan tujuan. Saudara mungkin berkata : ”Puji Tuhan, saya memiliki Kristus ! Dia pasti akan memberikan pertolonganNya bagi saya dan meluputkan saya dari yang jahat”. Memang benar, Puji Tuhan, kita patut bersyukur karena bagi orang-orang yang percaya dan takut akan Tuhan, ada perlindungan dan pertolongan dari tempat yang Maha Tinggi (Mzm 29:25, Ams 14:26). Bahkan kematian bukanlah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orang percaya, karena kita telah mendapatkan anugerah keselamatan dari Allah.
Namun Saudaraku, Tuhan tidak menghendaki kita hanya menikmati sendiri keselamatan dan berkat yang kita terima, Dia menghendaki kita untuk PERGI memberitakan apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita kepada orang lain. Tuhan memerintahkan kita -- bukan sekedar menghimbau – untuk pergi memberitakan injil ke seluruh penjuru dunia (Matius 28:19), perintah ini bersifat wajib dan mendesak !! Dia menyuruh kita untuk pergi bukan dengan langkah yang berat dan lamban, melainkan BERLARI karena kita sedang berkejaran dengan waktu. Apa yang harus kita lakukan? seperti yang dikatakan dalam Matius 10 : 8 “ Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah menerimanya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”.
Saudaraku, janganlah kita sibuk memikirkan diri sendiri, Jangan kita hanya diam berpangku tangan. Kita harus pergi ke medan penginjilan, maka kita akan melihat kuasa dan berkat Allah menyertai kita di sepanjang jalan yang kita lalui. Dan bukankah merupakan suatu kebahagiaan jika kita menjadi duta bagi Allah yang Maha Tinggi? Ingat Saudara: Kedatanganmu sangat dinantikan oleh banyak orang!!
Dikutip dari :KPPI ( Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi )
Tanggal 21 s/d 24 September GBI Sinona dengan Team Holy Spirit Ministry akan mengadakan pelayanan ke desa terpencil di daerah Lampung.
“Betapa
indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit, kedatangan pembawa berita,
yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang
mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion : Allahmu itu Raja
!!”
Saat ini kita sedang hidup di dunia yang penuh ketakutan dan ketidakpastian. Jika menyaksikan berita di televisi atau membaca berita di surat kabar, maka kita akan melihat dan mendengar begitu banyak kabar buruk yang membuat nyali kita semakin ciut. Banyak orang sedang hidup dalam penderitaan yang amat dalam: bencana alam, kemiskinan, kejahatan, sakit penyakit, ketidakadilan dan seterusnya, membuat banyak orang menderita dan putus asa, hidup mereka tidak tentu arah dan tujuan. Saudara mungkin berkata : ”Puji Tuhan, saya memiliki Kristus ! Dia pasti akan memberikan pertolonganNya bagi saya dan meluputkan saya dari yang jahat”. Memang benar, Puji Tuhan, kita patut bersyukur karena bagi orang-orang yang percaya dan takut akan Tuhan, ada perlindungan dan pertolongan dari tempat yang Maha Tinggi (Mzm 29:25, Ams 14:26). Bahkan kematian bukanlah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orang percaya, karena kita telah mendapatkan anugerah keselamatan dari Allah.
Namun Saudaraku, Tuhan tidak menghendaki kita hanya menikmati sendiri keselamatan dan berkat yang kita terima, Dia menghendaki kita untuk PERGI memberitakan apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita kepada orang lain. Tuhan memerintahkan kita -- bukan sekedar menghimbau – untuk pergi memberitakan injil ke seluruh penjuru dunia (Matius 28:19), perintah ini bersifat wajib dan mendesak !! Dia menyuruh kita untuk pergi bukan dengan langkah yang berat dan lamban, melainkan BERLARI karena kita sedang berkejaran dengan waktu. Apa yang harus kita lakukan? seperti yang dikatakan dalam Matius 10 : 8 “ Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah menerimanya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”.
Saudaraku, janganlah kita sibuk memikirkan diri sendiri, Jangan kita hanya diam berpangku tangan. Kita harus pergi ke medan penginjilan, maka kita akan melihat kuasa dan berkat Allah menyertai kita di sepanjang jalan yang kita lalui. Dan bukankah merupakan suatu kebahagiaan jika kita menjadi duta bagi Allah yang Maha Tinggi? Ingat Saudara: Kedatanganmu sangat dinantikan oleh banyak orang!!
Dikutip dari :KPPI ( Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi )
Tanggal 21 s/d 24 September GBI Sinona dengan Team Holy Spirit Ministry akan mengadakan pelayanan ke desa terpencil di daerah Lampung.
Thursday, August 25, 2011
Melayani TUHAN tanpa pamrih
Baca: 1 Korintus 4:6-21
"Sampai pada saat ini kami (Paulus dan Apolos) lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup menggembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat.” 1 Korintus 4:11, 12a
Banyak terjadi bahwa semakin berhasil dan tenar seseorang dalam pelayanannya di masyarakat maupun dalam bidang kerohanian, semakin jauh dari tujuan semula. Awalnya setiap orang melayani orang untuk pertumbuhan rohani, nama Kristus saja yang ditonjolkan dan disanjung. Tapi seiring berjalannya waktu, di mana pelayanannya semakin maju dan sukses, pribadi si pelayanlah yang mulai dicari dan disanjung orang.
Adalah fakta bahwa kesuksesan dapat mencuri kemuliaan nama Tuhan, apalagi jika pelayanan dilakukan di kota-kota besar, makin kaburlah batas keagungan Tuhan yang hendak diberitakan dengan ketenaran si pembawa berita itu sendiri. Sementara di daerah terpencil, pelosok atau pedalaman, pelayanan yang dilakukan para hamba Tuhan sangat jauh dari perhatian dunia. Masih banyak yang mengalami seperti Paulus: lapar, haus, telanjang, dipukul, dianiaya dan hidup mengembara. Mereka pun bekerja begitu berat tak ubahnhya seperti Paulus, "...kami melakukan pekerjaan tangan yang berat." Sekalipun mereka jauh dari kelimpahan harta benda, mereka tetap sungguh-sungguh setia melayani jiwa-jiwa yang haus akan firman Tuhan. Jiwa-jiwa yang dilayani umumnya orang-orang kurang mampu, namun hamba Tuhan yang tinggal di desa-desa atau pedalaman mempunyai kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bila mereka melihat banyak jiwa menyerahkan diri kepada Kristus.
Mereka ini adalah hamba-hamba Tuhan yang bekerja bagi Kerajaan Allah tanpa pamrih. Mereka tak dipandang dan diabaikan oleh dunia; tak ada manusia melihat dan menghargai perjuangan mereka dalam pelayanan. Namun ada sepasang mata memperhatikan pengabdian tulus ini: "Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." (Amsal 15:3). Mata Tuhan melihat dengan jelas hamba-hambaNya yang bekerja mengabarkan Injil dengan tekun dan tetap menjaga sikap hati dengan benar. Sebaliknya mata Tuhan juga menembus setiap hati hati hamba-hambaNya yang melayani demi kepentingan dirinya sendiri atau untuk mencari nama.
Sebagai hambaNya, mari kita berkata, "...bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan,..." 2 Korintus 4:5
Subscribe to:
Posts (Atom)


